Apa itu oz?

Apa itu oz?

1oz, 10 oz, 20 oz, maksud oz itu apa ya?

Oz adalah singkatan dari pada Ounce, yang dimana dalam bahasa indonesia adalah satuan berat 28.350 gram.

1 Kg = 32.15 Oz
1 ounce = 437,5 grains = 28,350 gr

Sementara itu Ounce (dalam artian inggris) beda dengan Ons.

Mungkin banyak yang bingung membedakan atau mencari mana yang benar dari Ounce dan Ons. Oke untuk penjelasannya sudah dijelaskan penulis atau artikel dibawah.

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal.

Standart Minuman

Keterangan :

  • Pint (beer)  : bir
  • Wine : minuman anggur
  • Liquor : minuman keras

Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang mereka terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dengan cara menunjukkan acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 gram.

Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.

Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal ini kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur di Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi. Ternyata, pihak Direktorat Metrologi pun telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram.

Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk ukuran berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons bukanlah bagian dari sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan “ons” dan “pound”.

Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, ternyata tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal atau pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100 gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional, tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus Indonesia. Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau dipertahankan ?

BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?

Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan menyesatkan.

Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana penyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita) menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. “Racun” ini sudah tertanam didalam otak anak kita sejak usia dini.

Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan yang diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk melakukan koreksi selama Departemen Pendidikan belum merubah atau memberikan petunjuk resmi.

TANGGUNG JAWAB SIAPA ?

Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan Nasional kita jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar tidak menjadi beban psikologis bagi mereka.

“Acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui atau diberlakukan secara internasional, yang menyatakan bahwa : 1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram.”?

Kalau Departemen Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ?

Pernahkan Departemen Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram ?

Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ?

Kalau Departemen Pendidikan Nasional mau mempertahankan satuan ons yang keliru ini, sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang pemakaian satuan “ons” dalam transaksi legal, maka konsekwensinya adalah harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas). Sistem baru ini pun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum diajarkan kepada anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia yang konversinya adalah 1 ons (Depdiknas) = 100 gram dan 1 pound (Depdiknas) = 500 gram. ? Bagaimana “Ons dan Pound (Depdiknas)” ini dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa yang mau pakai ?.

HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.

Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih banyak kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu contoh kecil adalah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.

Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.

Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia. Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki kesalahan.

Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal Takar-Timbang- Ukur, Departemen Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikit pun terhadap Direktorat Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Meteorologi dan Geofisika.

Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak kita harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya, prosesnya, materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat berat.

Janganlah malah diperberat dengan pelajaran sampah yang justru bakal menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti aturan dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan hanya yang rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan yang salah. Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.

Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh dengan tantangan berat.

ACUAN MANA YANG BENAR ?

Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. (maaf, ini bukan promosi) menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan lagi.

Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat dijumpai dengan mudah di dalam buku harian atau diary atau agenda yang biasanya diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.

Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara
internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).

1 ounce/ons/onza = 28,35 gram (bukan 100 g.)

1 pound = 453 gram (bukan 500 g.)

1 pound = 16 ounce (bukan 5 ons)

Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ? Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!! Jadi, kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan. (ini hanya gambaran atau ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan, bukan kejadian sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)

Harap diketahui, Ounce itu TIDAK SAMA DENGAN Ons.

Satuan Ons yang selama ini kita ketahui dipakai di Indonesia memang betul sama dengan 100 Gram. Ons ini diambil dari Belanda.

Selengkapnya baca di http://en.wikipedia.org/wiki/Ounce
“The Dutch have redefined their ounce (in Dutch, ons) as 100 grams[3] [4]. The Dutch’s metric values, such as 1 ons = 100 grams, is inherited, adopted and taught in Indonesia since elementary school. It is also formally written in Indonesian National Dictionary (Kamus Besar Bahasa Indonesia) and elementary school’s formal manual book.

Jadi memang beda sekali antara Ounce dengan Ons. Ounce itu singkatannya Oz. Kalau Ons, ya Ons. Tapi memang kesalahan pemerintah Indonesia (Depdiknas) membiarkan kesalahkaprahan ini, sekaligus kewajiban untuk membetulkannya.

Entah sekarang apa itu Oz masih Ons atau sekarang sudah berubah apa tidak tahu.

Jika ada pertanyaan silahkan ajukan dan hubungi saya : klik disini

Selamat membaca diartikel saya selanjutnya, terima kasih sudah mau berkunjung di wesbite saya, semoga semua artikel saya disini bisa bermanfaat buat Anda, sampai ketemu diartikel saya selanjutnya, terima kasih. 🙂

Share this post

Comments (12)

  • ibnu muhamad thaher Reply

    Assalamu’alaikum wrwb,
    kasih atas informasinya, skr sdh jelas maknanya,
    wassalam wrwb.

    August 20, 2017 at 07:52
    • budi Reply

      Wallaikumsalam Wr. Wb… sama..sama

      August 26, 2017 at 00:54
  • Nafarin Muhammad Reply

    hallo,
    terimakasih sudah share artikel ini.
    hal seperti ini jarang sekali terekspos..
    dalam dunia pomade sering menggunakan istilah oz, dan sepertinya masih banyak pengguna pomade yang masih bingung dengan oz ini.

    July 30, 2018 at 02:03
    • Budi Wahono Reply

      terima kasih atas kunjungannya…
      semoga artikel saya bermanfaat

      July 30, 2018 at 15:41
  • Rosma Reply

    hallo…trimakasih ya penjelasan artikel ini, dan sangat bermamfaat sekali.

    August 8, 2018 at 01:59
  • Dimas P. Reply

    waduh, pantas rada aneh pas saya sebekum masuk artikel web ini, cek googling ” 1 ounces to kg” sama “1 ons ke kg” beda banget. apalagi pas udah sempet masuk artikel sebelah yg penjelasannya ” maka 1 ounces/ons adalah 100 gram” . nahloh! wkwk. terima kasih bro. sangat bermanfaat

    August 31, 2018 at 12:46
    • Budi Wahono Reply

      sama sama bro… semoga bermanfaat, dan terima kasih sudah mengunjungi web saya

      September 6, 2018 at 01:08
  • khoirul Reply

    waduh ternya begitu. baru tau kalau 1 ounce = 100 gram itu salah. berarti salah pengetahuan saya selama ini. trims infonya

    February 4, 2019 at 04:40
    • Budi Wahono Reply

      terima kasih telah baca artikel saya.. semoga bermanfaat

      February 5, 2019 at 07:40
  • Trias B. Wiryawan Reply

    Keren Mas Bro…..sangat bermanfaat…terima kafih Ya…

    February 4, 2019 at 14:02

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Call Now Button